RSS

Bila Kehilangan Uang di Luar Negeri

Musibah bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja — termasuk bila Anda sedang berjalan-jalan di luar negeri. Bentuknya bisa macam-macam, mulai dari rencana perjalanan yang tidak terlaksana dengan mulus, cuaca yang mendadak tidak bersahabat, hingga yang lebih seram: kehilangan uang.


Hati-hati dengan uang saat perjalanan. Tapi jika musibah menimpa, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

Apa yang harus dilakukan bila Anda kehilangan uang di luar negeri? Berikut ini beberapa tips bila musibah itu datang menimpa:

1. Dana darurat


Sebelum memulai perjalanan, pastikan Anda memiliki sejumlah uang sebagai dana darurat. Uang ini tidak boleh disentuh sama sekali. Jangan pernah tergoda menggunakan dana cadangan ini untuk hal-hal tidak penting seperti berbelanja.

Dana darurat ini ada baiknya berupa tabungan di kartu ATM, kartu kredit, atau cek pelawat (traveler’s cheque). Jumlah dana yang bisa ditarik dari kartu-kartu tersebut setidaknya harus sejumlah harga tiket transportasi kembali ke Indonesia dengan harga normal (bukan harga promo). Sehingga bila musibah terjadi, Anda bisa segera beli tiket dan langsung pulang. 

2. Pencegahan


Pencegahan adalah hal yang wajib dilakukan. Untuk mengurangi kemungkinan kehilangan seluruh uang, simpanlah uang Anda di beberapa tempat. Jangan menyimpan semuanya di satu tas, dompet, atau kantong.

Simpanlah uang di tempat yang menurut Anda paling aman. Misalnya money belt yang menempel di badan, di antara buku atau baju, bahkan di tempat alat mandi. Setiap hari, sediakan uang secukupnya saja di dompet, yang hanya mencakup keperluan transportasi dan makan untuk satu hari itu. 

Sebelum berangkat berjalan-jalan, jangan lupa mencatat nomor telepon bank-bank yang akan dihubungi bila keadaan darurat. Catat pula nomor rekening Anda, atau scan sekalian.

3. Minta bantuan dari rumah


Bila Anda kehilangan uang, kartu ATM dan kartu kredit sekaligus (akibat dicuri, misalnya), segera hubungi bank untuk memblokir semua kartu tersebut. 

Kemudian hubungi keluarga di Indonesia dan minta bantuan kiriman uang untuk bertahan hidup dan biaya pulang. Mengingat Anda sudah tidak punya lagi akses ke bank, mintalah keluarga untuk mengirim uang melalui jalur lain seperti jasa pengiriman uang internasional. 

Jika Anda tidak bisa menghubungi keluarga karena tidak ada pulsa dan tak punya uang untuk biaya telepon, carilah tempat yang menyediakan akses Internet gratis. Saat ini di daerah wisata yang dilengkapi akses Internet gratis sangat lazim. Bahkan hotel kecil kelas melati juga menyediakannya.

4. Menjual ‘aset’


Cara lain mendapatkan uang yang mungkin dilakukan adalah menjual barang bawaan Anda. Selain barang berharga seperti telepon seluler, jam tangan atau gadget lain, beberapa barang yang bernilai “unik” bisa juga dijadikan aset.

Contohnya kerajinan tangan khas Indonesia, batik, bahkan rokok kretek. Karena itu, bekali diri Anda dengan benda-benda khas Indonesia jika hendak ke luar negeri, supaya jika terjadi keadaan darurat, barang-barang tersebut bisa menjadi aset. 

Kalau ternyata tidak ada kondisi darurat yang mendesak Anda menjualnya, barang-barang khas itu bisa menjadi suvenir untuk orang yang Anda temui.

5. Kontak kedutaan atau konsulat jenderal


Jika Anda berada di kota tempat KBRI atau KJRI kita berada, Anda juga bisa mengontak kantor perwakilan pemerintah tersebut. Bukan untuk meminjam uang, tetapi berkonsultasi mengenai masalah Anda. Siapa tahu Anda malah mendapat bantuan yang lebih dari sekadarnya.

6. Meminta-minta


Pilihan terakhir sebagai solusi adalah meminta belas kasihan dari orang yang Anda temui di jalan. Untuk hal yang satu ini memang memerlukan keberanian tersendiri, alias berani malu. Kalau Anda punya keahlian tertentu yang bisa jadi alat barter, akan lebih mudah. Misalnya keahlian memotong rambut, memijat, atau pekerjaan mekanik seperti membetulkan mobil mogok.

Tentu tidak ada orang yang berharap mengalami musibah. Namun bila musibah datang menimpa Anda, jangan panik. Bahkan jika Anda kehilangan seluruh barang bawaan, akan selalu ada cara mengatasinya. Tetaplah tenang dan berpikir jernih.

Baca juga blog Trinity, The Naked Traveler.

0 komentar:

Posting Komentar

ndra shinoda